PENGARUH KELAS SOSIAL PADA PRODUK PENAMPILAN: ANDA ADALAH APA YANG ANDA KENAKAN

Ada penampilan elit di negara ini. Penampilan ini mengharuskan wanita untuk kurus , dengan potongan rambut sejak delapan belas atau dua puluh tahun yang lalu atau lebih. (Wanita paling bergaya mengenakan potongan rambut mereka seumur hidup dengan gaya yang mereka kenakan di perguruan tinggi.)

Mereka mengenakan busana dengan perlengkapan kelas satu dan mahal, tetapi selalu meremehkan sepatu dan tas tangan, dengan sedikit sekali perhiasan. Mereka mengenakan syal-ini langsung menunjukkan kelas, karena syal tidak berguna kecuali sebagai penanda kasta. Pria harus kurus. Tanpa perhiasan sama sekali. Tanpa kotak rokok. Rambut dengan panjang sedang, tidak disepuh atau dicat, yang merupakan tanda kelas menengah atau proletar kelas tinggi. Tidak pernah mengenakan rambut palsu, pemakaian proletar. Penampilan elit wanita maupun pria dicapai dengan proses penolakan terhadap yang mutahir, yang mencolok, yang berlebihan. Jadi, ada penolakan lemak oleh kaum elit. Adalah berguna menjadi kurus.

“Pelapisan” adalah wajib. Umumnya berlaku bahwa semakin banyak pakaian yang dikenakan, semakin tinggi status seseorang; ini adalah cara yang halus untuk memamerkan kumpulan pakaian yang banyak. Wanita kelas menengah atas akan tampil hampir selalu dalam rok dari flanel abu-abu, stuart plaid atau khaki; kardigan biru tua, yang mungkin disetik kabel; blus putih dengan kerah Peter Pan; kaus kaki dengan sepatu bertumit rata; rambut dijepit. Bila udara dingin, ia mengenakan jaket biru, atau untuk bisnis stelan flanel abu-abu. Namun, warna umumnya condong benar-benar biru tua.

Bila biru tua adalah warna kelas menengah atas, ungu adalah padanan proletarnya. Stelan poliester ungu melanggar dua prinsip yang menentukan kelas dalam busana; prinsip warna dan prinsip bahan organik. Selain biru tua, warna semakin mentereng bila semakin pudar atau pastel, dan bahan semakin mentereng semakin bahan tersebut terdiri dari apa saja yang pernah hidup. Itu berarti wol, kulit, sutera, katun, an bulu. Semua serat sintetik adalah proletar sebagian karena lebih murah daripada bahan alam, sebagian karena tidak klasik, dan sebagian karena seluruhnya seragam sehingga membosankan, anda tidak akan pernah mendapatkan sepotong jerami atau kotoran domba terjalin di dalam sweater akrilik.

Yang begitu penting untuk kedudukan kelas menengah atas yang asli adalah penolakan total terhadap serat buatan sehingga mata kaum elit menjadi ahli dalam mendeteksi bahkan sebagaimana dinyatakan oleh The Official Preppy Handbook, “sepotong kecil poliester pada kemeja kain Oxford” suatu tanda kasta menengah yang menyedihkan. Buku yang sama memuji Caroline Kennedy muda secara terus terang “dari segi teknis Preppier than Mummy”, karena selama empat tahun di Havard Square, serat buatan tidak pernah mendekati tubuhnya.

Jas wol sangat perlu untuk teknis pelapisan kelas menengah atas. Seorang pria mengisyaratkan bahwa ia seorang kelas atas bila di luar rumah ia mengenakan jas wol dengan rompi atau sweater, kemeja, dasi, syal wol yang panjang, dan mantel.karena sweater praktis wajib untuk pelapis adalah penting untuk mengetahui bahwa yang paling mentereng adalah pulover kerah pendek Shetland dan dalam warna Scottish. Tambahkan jas wol yang mahal tanpa bantalan bahu dan tak seorang pun dapat mengatakan bahwa anda bukanlah seorang yang setidaknya dari kelas mengah atas. Sweater dengan kerah V, yang dirancang untuk membuktikan secara pasti bahwa anda mengenakan dasi adalah untuk kelas menengah atau bahkan proletar kelas tinggi. Sulit untuk percaya bahwa kadang orang menyelipkan pulover ke dalam bagian atas celana mereka. Bila demikian yang terjadi, maka ini merupakan tanda yang sangat rendah.

Sumber: Paul Russel, Classs (New York: Ballantine Books, 1983).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s