Pasal 28D Ayat 2

Pasal 28D Ayat 2

“Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja”

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, manusa mempunyai hak untuk bekerja. Setiap orang berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Setiap orang juga berhak bekerja pada setiap perusahaan, maupun institusi yang tentunya setiap orang tersebut juga mempunyai hak untuk mendapatkan imbalan yang sesuai dengan jabatan dan tanggung jawab atas pekerjaan yang diembannya.

Setiap pekerja berhak memperoleh perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja tersebut, misalnya perlakuan yang adil yaitu tanpa adanya perbedaan status, suku, maupun keyakinan, dan perlakuan yang layak seperti setiap karyawan atau pegawai mendapat jaminan-jaminan dalam pekerjaannya, seperti jaminan kesehatan yaitu pengobatan, jaminan hari tua yaitu jaminan purna kerja, sehingga setiap pekerja merasa tenang atas jaminan kerja yang diberikan oleh pemberi kerja, dan berhak mendapatkan penghidupan yang terbaik dalam kehidupannya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, perlindungan terhadap tenaga kerja masih sering kurang mendapat perhatian khusus oleh pemerntah. Contohnya kasus yang sering dialami oleh para buruh migran. Kematian, kekerasan dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya yang dialami  oleh mayoritas PRT migran Indonesia adalah kematian kedaulatan bangsa ini. Kekerasan dan kematian buruh migran Indonesia selama tahun 2009 telah menjadi fenomena yang tak terpisahkan dalam perjalanan kehidupan bangsa ini. Tak ada duka yang mendalam untuk setiap nyawa yang melayang. Tetesan darah buruh migran-pun tidak mampu memberi pesan kepada pemerintah, pengambil kebijakan publik. Alih-alih memberi perlindungan,  pemerintah justru lebih asyik untuk menghitung nilai devisa yang dihasilkan dengan taruhan nyawa dan darah buruh migran Indonesia yang mayoritas adalah perempuan, sosok lemah dalam pandangan masyarakat patriarkhi.

Sudah 64 tahun Indonesia merdeka, namun tidak berdaya untuk melindungi keselamatan warga negaranya. Ikrar untuk turut serta dalam ketertiban dunia yang telah dihafal sejak dideklarasikan tidak membuat bangsa ini segera menyelaraskan kebijakan-kebijakannya dengan masyarakat dunia lainnya. Indikasinya, sampai saat ini pemerintah masih enggan untuk melaksanakan ratifikasi konvensi untuk buruh migran dan keluarganya, yang nyata-nyata demi kepentingan warga negaranya.

Tidak hanya kasus diatas saja, pelanggaran tehadap buruh juga masih sering ditemukan. Kenyataan itu banyak dikeluhkan beberapa buruh kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya. Tercatat, ada sekitar 50 aduan kasus pelanggaran terhadap hak-hak buruh sejak tahun 2008 hingga tahun 2009. Nasib buruh di Jawa Timur, khususnya di kota-kota Industri seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto nampaknya masih jauh dari kesan sejahtera. Jangankan sejahtera, yang ada kehidupan buruh justru dibayang-bayangi ketakutan karena ketidak jelasan status pekerjaan.Kebanyakan kasus menyangkut tidak diberikannya hak normatif buruh seperti gaji, uang lembur, cuti, atau jam kerja serta pemutusan hubungan kerja. Biasanya perusahaan itu seenaknya memecat buruh karena posisi tawar buruh rendah. Sementara lapangan kerja terbatas.

Terkadang kita merasa dilema atas kasus diatas, karena pengusaha sendiri kalau ditekan lebih memilih menutup usahanya, karena memang kondisi ekonomi yang kacau. Sementara di sisi lain, nasib buruh ini masih jauh dari kesejahteraan. Tapi setidaknya pengusaha tetap sedikit menaikkan UMK agar kesejahteraan buruh terangkat, serta diperlukan kesadaran bagi setiap pekerja dalam memenuhi selaruh tanggung jawab pekerjaan yang diembannya. Selain itu, pemerintah juga harus melindungi para tenaga kerja, agar kesejahteraan dapat dirasakan bagi setiap pekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s