Pasal 28B Ayat 1

Pasal 28B Ayat 1

“Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah”

Setiap orang berhak untuk membentuk sebuah keluarga yang sah dan melanjutkan keturunan berdasarkan UU yang berlaku. Pernikahan dalam arti luas adalah suatu ikatan lahir bathin antara laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam suatu rumah tanga. Pernikahan dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang dilangsungkan menurut ketentuan-ketentuan syariat agama.

Pernikahan bertujuan untuk menciptakan keluarga yang sakinah, yaitu keluarga yang tenang, tenteram, damai, dan sejahtera lahir bathin. Dalam keluarga yang demikian itu terdapat kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga yaitu suami, istri, dan anak-anak.

Pernikahan yang sah adalah pernikahan yang sah sesuai ketentuan agama, serta mendapat pengakuan hukum dengan mencatat pernikahannya melalui Kantor Urusan Agama.

Kasus pernikahan siri sering terjadi di Indonesia. Sebenarnya, pernikahan siri dapat dikatakan sah menurut agama, asalkan rukun-rukun pernikahan dalam agama dipenuhi. Tetapi, pernikahan siri tidak mempunyai kekuatan hukum, terutama bagi pihak perempuan yang sering dirugikan. Sehingga apabila terjadi perceraian pihak istri tidak dapat menuntut hak apapun dari pihak suami atas pernikahan sirinya itu. Selain itu, pihak istri tidak dapat memuntut hak pengakuan anak kepada suami.

Pernikahan siri bukan pernikahan yang dilarang, tetapi seharusnya sebagai seorang wanita yang terhormat, tentunya perlu berpikir panjang dalam membina suatu hubungan rumah tangga. Tentunya selain sah menurut agama, juga mendapat pengakuan hukum yang kuat sehingga akan menjamin dalam kehidupan berumah tangga.

Pernikahan merupakan sesuatu yang saklar, jadi pernikahan harus dipersiapkan secara matang, sebab pernikahan bukan sekedar mengesahkan hubungan badan antara laki-laki dan perempuan, atau memuaskan kebutuhan seksual semata-mata. Pernikahan memiliki arti yang luas, tinggi dan mulia. Dari pernikahan akan lahir generasi penerus, baik atau buruknya perilaku mereka sangat dipengaruhi oleh peristiwa yang dimulai dalam pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s