Dari Dini Menjaga Si Jendela Hati

imagesMata adalah jendela hati, demikian predikat yang diberikan pada indera penglihatan manusia. Bagi orang lain, mata menjadi sebuah “etalase” untuk menilai sikap atau emosi bagi kita. Sementara bagi diri sendiri, tentu saja mata menjadi sebuah indera yang penting untuk mendapatkan gambaran visual tentang diri, orang lain, dan situasi di sekitarnya.

Namun amat disayangkan, angka kebutaan di dunia masih tergolong tinggi. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari WHO, lebih dari 180 juta penduduk dunia mengalami kasus tersebut. Sekitar 80 persen kasus kebutaan sebenarnya bisa dihindari. Hal ini bisa diwujudkan apabila segera datang ke dokter mata untuk melakukan pendektesian dini terhadap gangguan penglihatan dan penanganan serta perawatan tepat terhadap gangguan tersebut.

Dari fakta yang diperoleh, bahwa sekitar dua pertiga orang di dunia yang mengalami kebutaan adalah para ibu dan gadis. Sementara fakta lain menyebutkan bahwa kaum pria lebih banyak memperoleh akses kesehatan mata dibandingkan wanita.

Waduuhhhh,,,,,,, dari fakta yang terjadi saya menjadi was-was tentang kondisi kesehatan mata saya….^_^

Lantas bagaimana kondisi kesehatan mata masyarakat Indonesia,,,???

Menurut Dr.Donny V Istiantoro,SpM, Eye Surgeon dari Jakarta Eye Center, mengutarakan penyebab utama kebutaan di Indonesia sama dengan yang terjadi di dunia, katarak dan di ikuti oleh glaucoma.

Katarak terjadi karena adanya perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Menurut Donny, katarak banyak ditemukan di orang berusia 60 tahun keatas, sedangkan glaucoma banyak diderita di atas usia 40 tahun.

Glaukoma sendiri memiliki risiko utama karena tekanan bola mata yang tinggi. Berbeda dengan katarak, kebutaan akibat glaucoma tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah dengan mengontrol factor risiko utama.

Sedangkan retinopati diabetika, yang merupakan komplikasi diabetes dapat merusak pembuluh darah retina dan jika terlambat ditangani juga mengakibatkan kebutaan. Donny menambahkan, bahwa katarak, glaucoma dan retinopati diabetika pun menjadi problem kesehatan mata yang serius di Indonesia. Jika glaucoma terjadi karena kerusakan syaraf tanpa ada gejala awal, retinopati diabetika lebih disebabkan karena komplikasi penyakit diabetes yang menyerang retina mata.

Tentu saja, kondisi penyakit dan gangguan mata ini perlu menjadi perhatian bersama. Walau problem katarak, misalnya, banyak di picu oleh meningkatnya populasi penduduk usia lanjut, bukan berarti tidak diperlukan deteksi dini. Hal ini pula lah yang berlaku untuk gangguan mata lainnya seperti glaucoma.

Oleh karena itu, deteksi sedari dini segala keluhan dan gangguan mata patut menjadi perhatian setiap elemen, mulai dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pakar kesehatan.

Ada beberapa poin yang penting yang harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan matanya, seperti, setahun sekali memeriksakan kondisi mata ke dokter. Jika terjadi gangguan, ikuti anjuran dokter, menghindari cahaya UV dari sinar matahari yang terik.

Dan poin terakhir, jaga kesehatan dengan mengatur asupan nutrisi dan olahraga, agar kadar gula darah terkontrol terhindari dari penyakit diabetes dengan segala kemungkinan komplikasinya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s