Tugas MSDM

Di era globalisasi saat ini, peluang usaha yang menguntungkan yaitu berwirausaha. Namun tak semudah itu dalam berwirausaha. Selain modal atau dana yang dibutuhkan , bakat dalam berwirausaha juga sangat diperlukan untuk menjalankan usaha tersebut..

Di dalam artikel ini akan sedikit mengulas tentang usaha sukses yang dirintis oleh seorang pengusaha bakso sapi yang berasal dari kota Sukoharjo, Solo. Beliau bernama H. Prayitno. H. Prayitno mulai merintis usaha baksonya sejak tahun 1970. pada awal usahanya, beliau berjualan bakso dengan menggunakan gerobak dorong. Namun, kondisi itu mulai berubah. Karena kemampuan bakatnya dalam berjualan, serta keuletannya dalam menjalani usaha yang dirintisnya, kini beliau sudah memiliki kedai bakso sendiri. Beliau juga membuka beberapa cabang di daerah Jakarta Selatan.

Di salah satu kedai bakso yang saya kunjungi, tepatnya di sekitar kawasan Menteng Pulo, banyak penikmat bakso yang datang ke kedai bakso ini. Kedai bakso milik H. Prayitno buka dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Harga untuk satu porsi bakso hanya Rp.7000,00. tidak hanya menu bakso yang ditawarkan, mie ayam juga dapat dinikmati di kedai ini. Untuk satu porsi mie ayam harganya juga Rp.7000,00. Dikedai ini kurang lebih 350 porsi mangkok bakso yang terjual setiap harinya, sedang untuk mie ayam kurang lebih 300 porsi mie ayam yang terjual setiap harinya.

Bila dihitung dari harga per porsi bakso dengan jumlah porsi bakso yang terjual, omset per harinya bisa mencapai sekitar 2 juta rupiah, dari satu kedai bakso saja, Waahhh,,,,,,,, ternyata bisnis bakso juga dapat menjanjikan keuntungan bila kita mengetahui celah bisnisnya.

Setiap harinya H. Prayitno membutuhkan kurang lebih 20 kg daging sapi segar untuk bahan baku pembuatan bakso. Bumbu-bumbu yang digunakan merupakan bumbu-bumbu tradisional yang berasal dari resep rahasia keluarga H. Prayitno, sehingga cita rasa serta tekstur bakso H. Prayitno berbeda dengan bakso lainnya.

H. Prayitno mempekerjakan tujuh orang karyawan di kedai ini. Kebanyakan dari mereka berasal dari kampung halamannya yaitu kota Solo. Mereka sudah lama bekerja di kedai ini. Karyawan yang dipekerjakan disini umumnya orang yang pekerja keras, ramah dan cekatan dalam melayani pembeli. H. Prayino selalu mendidik pegawainya agar bersikap ramah serta cekatan dalam melayani pembeli, karena baginya “Pembeli adalah Raja dan Ratu”. H. Prayitno juga memberi kepercayaan kepada pegawainya untuk mengelola bisnisnya.

Tidak selamanya usaha beliau dapat berjalan mulus. Berbagai hambatan pernah dialami beliau dalam menjalankan usahanya. Isu bakso yang mengandung formalin dan boraks pernah menghambat laju bisnisnya. Tetapi karena kejujuran dan kesetiaan beliau terhadap pelanggannya beliau tidak pernah mencampurkan bahan-bahan berbahaya tersebut ke dalam baksonya. Tekstur serta warna bakso sapi H. Prayitno berbeda dengan bakso yang dicampur dengan bahan-bahan berbahaya tersebut. Alhasil pelanggan tetap setia untuk mencicipi cita rasa bakso sapi H. Prayitno. H. Prayitno selalu berusaha mempertahankan cita rasa baksonya agar tidak mengecewakan pelanggannya.

Dari hasil usahanya tersebut, beliau beserta Almarhumah istrinya dapat menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Beliau juga dapat menyekolahkan ke-empat orang anaknya hingga lulus Perguruan Tinggi.

Dari hasil observasi yang saya lakukan, ternyata dibutuhkan suatu perjuangan untuk mengembangkan suatu usaha. Kerja keras, ketelatenan, keuletan serta sikap pantang putus asa sangat dibutuhkan. Selain itu dibutuhkan mental yang kuat untuk merintis suatu usaha. Terkadang kita sering meremehkan suatu pekerjaan halal yang dilakukan oleh seseorang, namun cacian dan hinaan merupakan doa yang mujarab untuk mencapai sebuah kesuksesan. Kekayaan, jabatan, serta kedudukan bukan awal tanda suatu kesuksesan. Tetapi kejujuran, keuletan, serta kesederhanaan merupakan awal dari suatu kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s