KONSUMEN: PERSPEKTIF DAN SUDUT PANDANG

A. APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERILAKU KONSUMEN?

Perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.

Subjek ini dapat diancangi dari beberapa perspektif, yang semuanya dipertimbangkan dalam hal pengaruh konsumen (consumer influence), menyeluruh (wholistic), dan antarbudaya (intercultural).

Perspektif Pengaruh Konsumen

Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus, karena berbagai alas an, berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah pemasaran, pendidikan, dan perlindungan konsumen, serta kebijakan umum.

  • PEMASARAN; Sebelum Perang Dunia II banyak perusahaan ,tetapi sama sekali bukan semua beroperasi dari orientasi produksi yang mencerminkan filosofi bahwa “produk yang baik akan menjual diri sendiri”. Memang begitu halnya pada masa itu karena acap kali lebih banyak prmintaan daripada penawaran di dalam beberapa industry. Mengapa menanyakan kepada konsumen apa yang mereka inginkan bila mereka akan membeli hamper apa saja yang anda hasilkan? Namun persoalannya berubah sesudah perang, ketika banyak perusahaan mendaatkan bahwa mereka memiliki kapasitas yang lebih produktif dari pada yang dapat diserap oleh pasar. Segera menjadi penting sekali untuk mengubah focus dari produksi ke pemasaran (marketing), proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran individual dan organisasional. Elemen kunci dalam definisi ini adalah pertukaran antara pelanggan dan penyuplai. Masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilaikepada pihak lain dengan tujuan memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Dalam konteks pembelian yang normal, uang ditukar dengan barang atau jasa yang diinginkan.
  • PENDIDIKAN & PERLINDUNGAN KONSUMEN; Melalui pendidikan konsumen dapat diajarkan bagaimana mendeteksi adanya penipuan dan penyalahgunaan lain serta dibuat sadar akan obat yang ada dan peluang untuk memperbaiki. Begitu pula, siapa saja dapat mengambil manfaat dari wawasan yang lebih luas ke dalam strategi penghematan uang. Program pendidikan juga harus didasarkan pada penelitian terhadap motivasi dan perilaku bila program tersebut diharapkan relevan dengan dunia riil kehidupan konsumen. Tidak mengherankan, ekonom konsumen dan ekonom rumah tangga kini mendapat tempat diantara mahasiswa perilaku konsumen yang paling serius.
  • KEBIJAKAN PUBLIK; Undang-undang dan peraturan perlindungan konsumen terlalu sering didasarkan pada opini dari sekelompok kecil advokat. Hasilnya mungkin berupa kegiatan yang tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Sekarang ada kesadaran yang semakin berkembang bahwa kepercayaan yang lebih besar harus diletakkan pada penelitian konsumen bila perlindungan konsumen diharapkan berfungsi seperti yang dimaksudkan.

Perspektif Yang Lebih Menyeluruh

Perspektif yang diperluas ini baru-baru ini direfleksikan didalam literature mengenai penelitian terhadap kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni, music, dan kegiatan non manfaat lain. Ini menjadi dikenal sebagai “konsumsi hedonic” yaitu yang dijalankan semata-mata untuk kesenangan. Penelitian kerap memanfaatkan kuesioner maupun metode pengamatan manusia untuk mencapai pengertian yang lebih luas mengenai dampak kejadian konsumsi (consumption event).

Perspektif Antar Budaya

Bila kita harus memeriksa literatur, akan lebih mudah untuk mengasumsikan bahwa penelitian konsumen sangat penting hanya di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang. Hal ini jelas keliru. Di semua benua, ada perjuangan menuju perkembangan ekonomi dan kemandirian yang lebih besar. Bahkan di dalam negara sosialis seperti Cina, barang konsumen menjadi semakin penting. Sementara muncul masyarakat yang berorientasi konsumen, suatu manifestasi dini adalah kelas menengah dengan pendapatan sesudah pajak. Jika pembatasan politik tidak dikenakan, standar hidup yang naik menjadi perhatian yang dominan. Inilah waktunya untuk meluaskan cakrawala di luar dunia barat dan memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal. Ini adalah karena kebutuhan dasar manusia bersifat universal, walaupun ada perbedaan budaya yang dalam dan tidak dapat disangkal di dalam pengungkapannya.

B. PIKIRAN YANG BENAR MENGENAI KONSUMEN

semua yang dilakukan oleh para pemasar dan mereka yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada empat premis yang esensial, yaitu:

  • Konsumen adalah raja; Ia memiliki kemampuan penuh untuk menyaring semua upaya untuk mempengaruhi, dengan hasil bahwa semua yang dilakukan oleh perusahaan niaga harus disesuaikan dengagn motivasi dan perilaku konsumen.
  • Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian; Prediksi yang sempurna tidak dimungkinkan, tetapi hasil strategis sangat meningkat melalui penelitian yang dijalankan dan dimanfaatkan dengan benar.
  • Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu.
  • Bujukan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social asalkan pengamanan hukum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.

C. MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PASAR

Premis sentral yang mendasari hal ini adalah bahwa pemakaian yang tepat dari penelitian konsumen secara signifikan menajamkan keefektifan usaha pemasaran.

Pemangsaan Pasar (Market Segmentation)

Titik tolak di dalam perencanaan pemasaran adalah selalu dengan konsumen. Siapakah calon pembelinya? Bagaimana tawaran kita dibandingkan dengan pesaing? Kebutuhan dan motif apa yang masuk ke dalam keputusan? Apakah lebih dari satu anggota keluarga yang terlibat? Informasi apa yang digunakan di dalam keputusan? Pertanyaan-pertanyaan ini dan yang lain memberikan masukan esensial demi pemangsaan yang berhasil.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Istilah bauran pemasaran mengacu pada strategi terpadu yang memadukan produk, harga, promosi, dan distribusi. Masing-masing unsure dari bauran tersebut memerlukan masukan dari penelitian konsumen. Penelitian menjadi sangat kritis ketika pemasaran meluas melintasi batasan budaya ke latar internasional.

  • PENETAPAN POSISI PRODUK; Kuncinya adalah selalu mendapatkan tempat yang cocok yang mewakili hasrat konsumen yang tidak terpenuhi dan memanfaatkan peluang itu secara agresif.
  • KEPUTUSAN PENETAPAN HARGA; Keputusan penetapan harga tidak pernah boleh dibiarkan dilakukan secara kebetulan. Penelitian yang ahli dapat membuktikan kebenaran kepekaan harga konsumen.
  • STRATEGI PERIKLANAN DAN PROMOSI; Tema iklan yang membangun kegairahan konsumen bukan sekedar produk dari pikiran pengiklanan yang berhasil. Lebih tepatnya, tema ini merefleksikan motivasi yang mendasari dan manfaat yang diharapkan yang didapatkan melalui penelitian pasar . Hasilnya berbicara sendiri.
  • PEMASARAN INTERNASIONAL; Pemasaran luar negeri selalu memiliki daya tarik istimewa karena peluangnya tampak tidak terbatas. Strategi termudah adalah melibatkan diri di dalam pemasaran global, dimana pada dasarnya strategi yang sama digunakan di dalam semua konteks budaya. Strategi yang jauh lebih bijaksana dalam hampir semua kasus adalah melibatkan diri dalam pemasaran terkontekstualisasi, suatu strategi yang dirancang untuk memperhitungkan perbedaan budaya dalam motivasi dan perilaku konsumen dengan mengadaptasi usaha pemasaran, dimana perlu sehingga mereka dipandang relevan secara budaya.

Pengecer (Retailer)

Pengecer memiliki masalah pemasaran sendiri yang bermakna. Bauran produk apa yang harus ditangani? Citra apa yang harus diproyeksikan? Apa yang terjadi pada penjualan bila harga dinaikan? Apakah peragaan di tempat penjualan sudah memadai, atau apakah diperlukan penjualan pribadi? Adakah hal yang biasa untuk mendapatkan pemakaian terus menerus dari tes selera, survey kesadaran dan citra took, evaluasi kepuasan, dan panel para pembelanja yang mengevaluasi barang baru yang potensial.

Pemasar Nirlaba (The Not-For-Profit Marketer)

Konsep pemasaran telah digunakan dengan cepat oleh organisasi nirlaba (non profit) yang didirikan untuk memberikan pelayanan umum dalam bentuk seperti gagasan yang diubah (agama, kesehatan, praktek social, dsb) dan bantuan langsung (pembebasan dari kelaparan, bantuan perumahan, dsb). Dalam banyak hal, tantangan yang dihadai bahkan lebih besar daripada tantangan perusahaan niaga, karena organosasi ini perlu menghadapi dua pasar, yaitu pasar untuk pelayanan dan pasar donor.

D. MEMANFAATKAN PENELITIAN KONSUMEN

Bila peluang pemasaran diharapkan untuk dimanfaatkan sepenuhnya, ada dua keharusan organisasional, yaitu komitmen untuk inovasi yang terus menerus dan pandangan yang seimbang mengenai penelitian dalam pengambilan keputusan.

Referensi:

F. Engel James, dkk. Perilaku Konsumen, Edisi Keenam, Jilid 1. Binarupa Aksara. Jakarta:1994

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s